INDONESIA!!! *PRAK PRAK PRAK PRAK PRAK*
Ya,teriakan teriakan itulah yang saya dengar saat menyaksikan FINAL cabang Sepak Bola SEA GAMES di Stadion Utama Gelora Bung Karno,tak henti hentinya para suporter Garuda Muda bernyanyi,berteriak dan berjingkrak.Tanpa peduli punya tiket atau tidak,wanita,pria,tua,muda,semua jadi satu.
Sebuah hal yang wajar terjadi,mengingat timnas kita (kembali) mencapai final setelah digelaran terakhir sepak bola SEA GAMES,tim Garuda Muda harus puas menjadi juru kunci.Dan lawan yang kita hadapi pun bukan tim sembarangan,tak lain dan tak bukan,tetangga yang selama ini "usil & iseng",yaitu Malaysia.
Berbeda dengan gelaran piala AFF 2010,dimana kita sempat mampu mengalahkan mereka di fase grup,kali ini kita 2 kali dikalahkan oleh "Harimau Malaya" tersebut,kalah tipis 1-0 di fase grup dan kalh adu pinalti di partai pamungkas.
Kecewa,sedih,geram,bingung dan berbagai macam rasa bercampur jadi satu.Miris memang,tetapi mau dikata apalagi,itulah hasil maksimal yang bisa dipersembahkan oleh pelatih Rahmad Darmawan beserta anak asuhnya,dimana kita masih belum bisa "berbuka puasa" Emas di cabang sepak bola.
Tanpa mengecilkan arti dari cabang olahraga lain yang telah menyumbang banyak emas dan menjadikan kita sebagai Juara Umum SEA GAMES,agaknya teras agak hambar tanpa emas dari sepak bola,ibarat sayur tanpa garam.
Bukan tanpa alasan bila rakyat Indonesia merasa kecewa,mengingat penampilan timnas sepanjang turnamen amat sangat menjanjikan,tergabung di "Grup Neraka",timnas tampil luar biasa.Membantai Kamboja enam gol tanpa balas,menghantam Singapura 2-0,mempermalukan Thailand 3-1.Hanya saja Malaysia kembali menjadi momok,di partai terakhir penyisihan grup dimana timnas sudah dipastikan lolos,"Harimau Malaya" mengalahkan tim cadangan kita 1-0 dan menjadikan mereka juara grup A.
Konsekuensinya,kit harus berhadapan dengan tim favorit juara lain yang menjadi juara grup B,yaitu Vietnam,sementara Malaysia melawan "kuda hitam" Myanmar.Hasilnya walaupun menang 2-0,fisik pemain pemain kita bisa dibilang terkuras habis,mengingat gaya permainan Vietnam yang enerjik,agresif,keras,dan cenderung kasar.
Akhirnya smpailah kita di partai final,dan (lagi lagi) melawan Malaysia,yang sedari awal memang sudah saya perhitungkan sebagai lawan terkuat bagi timnas.Dukungan kurang lebih 100.000 suporter di Gelora Bung Karno terbukti cukup ampuh membakar semangat para "Laskar Garuda",terbukti mereka mampu mencetak gol terlebih dahulu,namun ternyata tim lawan cepat bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Jual beli serangan dan pelanggaran pun tak terelakkan terjadi dilapangan,namun ternyata fisik tak bisa berbohong,jeda waktu yang teramat cepat membuat kedua tim gagal mencetak gol tambahan sampai diadakan adu penalti.
Dan disinilah mental berbicara,ditengah riuhnya sorakan untuk mereka,pemain Malaysia masih bisa tersenyum saat mengambil tendangan penalti,sementara pemain kita terlihat kurang siap,dan itupun diakui sendiri oleh sang pelatih.Akhirnya bisa ditebak,dua algojo kita gagal mengemban tugas,sementara hanya satu algojo lawan yang gagal.Pertandingan berakhir dengan skor 1-1 (3-4).
Akhirnya kita kembali harus merelakan lagu "Negaraku" bergema dua kali dimalam tersebut.Janganlah heran,adalah wajar jika mereka menjadi juara,timnas mereka sudah dipersiapkan dari tahun 2007,berbeda dengan timnas kita yang mungkin tak sampai setahun,ditambah dengan berbagai macam masalah yang mendera PSSI.Jadi medali perak seharusnya cukup membanggakan jika melihat persiapan timnas.
KEKALAHAN ADALAH KEMENANGAN YANG TERTUNDA