Yap,setelah sekian lama menelantarkan blog ini,akhirnya saya kembali,bukannya kehilangan inspirasi atau kehilangan gairah menulis,hanya saja waktu yang agak sulit dicari untuk menggoreskan tinta *apa coba*...
Kalau dihitung - hitung,sudah sekitar 9 bulan saya "melupakan" blog ini.Seperti layaknya ibu yang mengandung.Apakah saya cuti hamil?Oh,tentu tidak.Karena saya tidak memiliki hak untuk itu *lho*.Ataukah saya cuti untuk menemani istri saya yang sedang hamil?Mungkin hal itu bisa terjadi,tapi BUKAN saat ini,melainkan beberapa tahun kedepan,wong calonnya aja belum ada yang bersedia *bukan curcol apalagi curcur*.
Seandainya saya musisi,pelukis,komposer,atau apapun itu,pasti setelah 9 bulan akan ada masterpiece yang dihasilkan,sayangnya saya bukan mereka.*garuk - garuk tembok*.Selama 9 bulan tersebut saya pun menjalani hidup yang apa adanya (atau adanya apa),baik sebagai pria,muslim,warga negara,anak dari orang tua saya,mahasiswa,dll.
Sebagai pria,saya menjalani hidup untuk menjadi PRIA yang sesungguhnya,menaklukkan hati wanita pun menjadi bagian dari proses yang harus saya jalani untuk menjadi PRIA.Untuk yang satu ini memang agak sulit,karena "standar kualitas' yangsaya terapkan agak berbeda dengan yang lain.
Sebagai muslim,saya mencoba memperbaiki kualitas keimanan,ketaqwaan,dan ketaatan saya.Walau harus diakui saya masih belum lepas dari doktrin "STMJ" a.k.a. Solat Terus,Maksiat Jalan,tapi tentu saya masih 'kuat" berpuasa secara penuh di bulan Ramadhan dan menjalani lebaran lebih awal dibanding keluarga saya.
.
Sebagai warga negara,saya mencoba tetap menaati segala macam peraturan perundang-undangan yang telah,masih,dan akan dibuat,walaupun jelas - jaelas saya tahu bahwa mereka yang seharusnya membuat lebih banyak melanggar aturan itu sendiri.
Sebagai anak dari orang tua saya,saya mencoba untuk tetap mematuhi apapun yang mereka perintah,menurti apa yang mereka inginkan dan menahan diri untuk tidak membuat mereka sakit hati,sambil tetap mencoba membahagiakan mereka.
Sebagai mahasiswa,saya masih mencoba tetap konsisten mempertahankan IP > 3.00,sambil tetap 'berpikir keras" menyelesaikan Tugas Akhir dan mbisa mengikuti sidang tepat waktu.Perubahan lokasi dan jadwal kuliah yang terjadi mulai semester ini,mau tak mau mengharuskan saya merubah "pola hidup" yang sebelumnya telah saya jalani.
Intinya adalah,saya masih hidup,masih 'menikmati" kerasnya kehidupan,masih melihat betapa "kejamnya dunia',dan masih menjadi manusia yang mencoba untuk sempurna.