Selasa, 13 Desember 2011

MID 2009,Menuju Indahnya Dunia...

Udah pada punya kan stiker ini?


Coba dicek yang diujung... 

Tolakannya...

Happy b'day idung!!!


Itu yang ditengah apaan ya...


Nyender aja mas,emang tembok...

Capek ngegowes,tetep lebar senyumannya...

Kenangan digedung 8 FIB


Hayo tebak siapa yang traktir para manusia ini...



Meletannya...

Yang dipinggir depan ada "modus"...

Tiga orang kecapean gowes,yang satu baru turun dari bikun...

Lost in city...

Happy b'day wima!

Jakarta Maghrib


Inilah fungsi lain dari jakun...


Tidur dah tidur...

Yang paling belakang agak mirip "penampakan" ye...

Persaudaraan yang indah...





Kamis, 01 Desember 2011

Garuda Muda Yang (Masih Mencoba) Terbang

INDONESIA!!! *PRAK PRAK PRAK PRAK PRAK*


Ya,teriakan teriakan itulah yang saya dengar saat menyaksikan FINAL cabang Sepak Bola SEA GAMES di Stadion Utama Gelora Bung Karno,tak henti hentinya para suporter Garuda Muda bernyanyi,berteriak dan berjingkrak.Tanpa peduli punya tiket atau tidak,wanita,pria,tua,muda,semua jadi satu.

Sebuah hal yang wajar terjadi,mengingat timnas kita (kembali) mencapai final setelah digelaran terakhir  sepak bola SEA GAMES,tim Garuda Muda harus puas menjadi juru kunci.Dan lawan yang kita hadapi pun bukan tim sembarangan,tak lain dan tak bukan,tetangga yang selama ini "usil & iseng",yaitu Malaysia.

Berbeda dengan gelaran piala AFF 2010,dimana kita sempat mampu mengalahkan mereka di fase grup,kali ini kita 2 kali dikalahkan oleh "Harimau Malaya" tersebut,kalah tipis 1-0 di fase grup dan kalh adu pinalti di partai pamungkas.

Kecewa,sedih,geram,bingung dan berbagai macam rasa bercampur jadi satu.Miris memang,tetapi mau dikata apalagi,itulah hasil maksimal yang bisa dipersembahkan oleh pelatih Rahmad Darmawan beserta anak asuhnya,dimana kita masih belum bisa "berbuka puasa" Emas di cabang sepak bola.

Tanpa mengecilkan arti dari cabang olahraga lain yang telah menyumbang banyak emas dan menjadikan kita sebagai Juara Umum SEA GAMES,agaknya teras agak hambar tanpa emas dari sepak bola,ibarat sayur tanpa garam.

Bukan tanpa alasan bila rakyat Indonesia merasa kecewa,mengingat penampilan timnas sepanjang turnamen amat sangat menjanjikan,tergabung di "Grup Neraka",timnas tampil luar biasa.Membantai Kamboja enam gol tanpa balas,menghantam Singapura 2-0,mempermalukan Thailand 3-1.Hanya saja Malaysia kembali menjadi momok,di partai terakhir penyisihan grup dimana timnas sudah dipastikan lolos,"Harimau Malaya" mengalahkan tim cadangan kita 1-0 dan menjadikan mereka juara grup A.

Konsekuensinya,kit harus berhadapan dengan tim favorit juara lain yang menjadi juara grup B,yaitu Vietnam,sementara Malaysia melawan "kuda hitam" Myanmar.Hasilnya walaupun menang 2-0,fisik pemain pemain kita bisa dibilang terkuras habis,mengingat gaya permainan Vietnam yang enerjik,agresif,keras,dan cenderung kasar.

Akhirnya smpailah kita di partai final,dan (lagi lagi) melawan Malaysia,yang sedari awal memang sudah saya perhitungkan sebagai lawan terkuat bagi timnas.Dukungan kurang lebih 100.000 suporter di Gelora Bung Karno terbukti cukup ampuh membakar semangat para "Laskar Garuda",terbukti mereka mampu mencetak gol terlebih dahulu,namun ternyata tim lawan cepat bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Jual beli serangan dan pelanggaran pun tak terelakkan terjadi dilapangan,namun ternyata fisik tak bisa berbohong,jeda waktu yang teramat cepat membuat kedua tim gagal mencetak gol tambahan sampai diadakan adu penalti.

Dan disinilah mental berbicara,ditengah riuhnya sorakan untuk mereka,pemain Malaysia masih bisa tersenyum saat mengambil tendangan penalti,sementara pemain kita terlihat kurang siap,dan itupun diakui sendiri oleh sang pelatih.Akhirnya bisa ditebak,dua algojo kita gagal mengemban tugas,sementara hanya satu algojo lawan yang gagal.Pertandingan berakhir dengan skor 1-1 (3-4).

Akhirnya kita kembali harus merelakan lagu "Negaraku" bergema dua kali dimalam tersebut.Janganlah heran,adalah wajar jika mereka menjadi juara,timnas mereka sudah dipersiapkan dari tahun 2007,berbeda dengan timnas kita yang mungkin tak sampai setahun,ditambah dengan berbagai macam masalah yang mendera PSSI.Jadi medali perak seharusnya cukup membanggakan jika melihat persiapan timnas.

KEKALAHAN ADALAH KEMENANGAN YANG TERTUNDA

Selasa, 27 September 2011

Kembali...

Yap,setelah sekian lama menelantarkan blog ini,akhirnya saya kembali,bukannya kehilangan inspirasi atau kehilangan gairah menulis,hanya saja waktu yang agak sulit dicari untuk menggoreskan tinta *apa coba*...

Kalau dihitung - hitung,sudah sekitar 9 bulan saya "melupakan" blog ini.Seperti layaknya ibu yang mengandung.Apakah saya cuti hamil?Oh,tentu tidak.Karena saya tidak memiliki hak untuk itu *lho*.Ataukah saya cuti untuk menemani istri saya yang sedang hamil?Mungkin hal itu bisa terjadi,tapi BUKAN saat ini,melainkan beberapa tahun kedepan,wong calonnya aja belum ada yang bersedia *bukan curcol apalagi curcur*.

Seandainya saya musisi,pelukis,komposer,atau apapun itu,pasti setelah 9 bulan akan ada masterpiece yang dihasilkan,sayangnya saya bukan mereka.*garuk - garuk tembok*.Selama 9 bulan tersebut saya pun menjalani hidup yang apa adanya (atau adanya apa),baik sebagai pria,muslim,warga negara,anak dari orang tua saya,mahasiswa,dll.

Sebagai pria,saya menjalani hidup untuk menjadi PRIA yang sesungguhnya,menaklukkan hati wanita pun menjadi bagian dari proses yang harus saya jalani untuk menjadi PRIA.Untuk yang satu ini memang agak sulit,karena "standar kualitas' yangsaya terapkan agak berbeda dengan yang lain.

Sebagai muslim,saya mencoba memperbaiki kualitas keimanan,ketaqwaan,dan ketaatan saya.Walau harus diakui saya masih belum lepas dari doktrin "STMJ" a.k.a. Solat Terus,Maksiat Jalan,tapi tentu saya masih 'kuat" berpuasa secara penuh di bulan Ramadhan dan menjalani lebaran lebih awal dibanding keluarga saya.
.
Sebagai warga negara,saya mencoba tetap menaati segala macam peraturan perundang-undangan yang telah,masih,dan akan dibuat,walaupun jelas - jaelas saya tahu bahwa mereka yang seharusnya membuat lebih banyak melanggar aturan itu sendiri.

Sebagai anak dari orang tua saya,saya mencoba untuk tetap mematuhi apapun yang mereka perintah,menurti apa yang mereka inginkan dan menahan diri untuk tidak membuat mereka sakit hati,sambil tetap mencoba membahagiakan mereka.

Sebagai mahasiswa,saya masih mencoba tetap konsisten mempertahankan IP > 3.00,sambil tetap 'berpikir keras" menyelesaikan Tugas Akhir dan mbisa mengikuti sidang tepat waktu.Perubahan lokasi dan jadwal kuliah yang terjadi mulai semester ini,mau tak mau mengharuskan saya merubah "pola hidup" yang sebelumnya telah saya jalani.

Intinya adalah,saya masih hidup,masih 'menikmati" kerasnya kehidupan,masih melihat betapa "kejamnya dunia',dan masih menjadi manusia yang mencoba untuk sempurna.

Kamis, 27 Januari 2011

Garuda VS Beringin


Judul itulah yang kira-kira bisa melukiskan apa yang sedang terjadi di tubuh organisasi sepakbola di Indonesia (PSSI) sekarang ini.Sang ketua (Nurdin Halid) yang asalnya dari "Pohon Beringin" terlihat ingin meneruskan keberadaan "Dinasti Beringin" di PSSI,yang walaupun sudah banyak diprotes sana sini tapi tetap saja,seperti kata pepatah : khalifah berdakwah anjing berlalu. :p

Masalahnya,sepakbola itu bukanlah hanya milik mereka,sepakbola itu milik SELURUH RAKYAT INDONESIA.Tapi orang-orang di PSSI tampaknya "agak mirip" dengan anggota DPR,yaitu status mereka yang KATANYA "Perwakilan Rakyat" tapi ternyata mereka TIDAK mewakili rakyat Indonesia,melainkan mewakili "sebuah golongan" yang tampaknya kebanyakan adalah "golongan beringin".

Hal tersebut membuat "suara hati" rakyat (suporter) dan "suara hati -> (yg diragukan keberadaannya) " oknum PSSI menjadi sangat berbeda.

Perbedaan memang sudah jelas,yang satu mewakili "Garuda" dan yang satu mewakili "Beringin".
"Garuda" sudah jelas mencerminkan sebuah burung yang gagah,perkasa,dan luar biasa.Oleh sebab itulah didadanya dia membawa "perisai pancasila" dan dijadikan lambang negara Indonesia (yang akhirnya juga menggantikan lambang PSSI di jersey TimNas).

Sedangkan "Beringin" yang katanya mencerminkan sebagai "Pohon Peneduh".Tetapi ternyata pada kehidupan nyata,kebanyakan orang biasanya lebih memilih pohon lain dan menjadikan "Beringin" sebagai tempat terakhir untuk berteduh.Hal ini tak lepas dari kesan lain dari pohon "Beringin",yaitu "Pohon Angker".Dimana kebanyakan orang beranggapan "Beringin" adalah pohon favorit setan yang sering menjadi "markas setan".

Oleh sebab itu,janganlah kita heran dengan berbagai macam hal keanehan yang terjadi di PSSI.Hal tersebut wajar,karena ternyata Ketua PSSI sendiri berasal dari "Beringin",yang biasanya menjadi "markas setan",jadi tidak menutup kemungkinan Ketua PSSI kita juga adalah "setan".

Berikut mungkin adalah sekilas gambaran dari "suara hati" antara "Garuda" dan "Beringin" yang "serupa tapi tak sama" (tapi maknanya kontras)

Suara Hati Rakyat (Suporter) :
Garuda di dadaku,
garuda kebanggaanku.
Kuyakin hari ini pasti menang

Suara Hati Nurdin "Beringin" (PSSI) :
Beringin di dadaku,
beringin kebanggaanku.
Kuyakin pas pemilu pasti menang.

 

Selasa, 11 Januari 2011

Sebuah Catatan Tim Garuda Di Piala AFF 2010

Ironis,sebuah kata yang tampaknya tepat untuk menggambarkan banyak keadaan di negeri Indonesia ini.Negeri yang sempat dijuluki "Macan Asia" ini,tampaknya sedang menjadi "Kucing Tidur".Banyaknya kesenjangan dijarak dan waktu yang dekat,banyaknya "keanehan" pada banyak "kasus-kasus" yang terjadi dihampir segala bidang,baik itu politik,ekonomi,sosial,budaya,bahkan di bidang olahraga (yang harusnya menjunjung tinggi SPORTIVITAS) bisa membuktikan itu semua.

Bukti nyata terakhir adalah penampilan Timnas Garuda kita di ajang piala AFF.Tampil diluar ekspektasi banyak pihak,dengan luar biasa meraih poin sempurna dibabak penyisihan grup.laga pertama vs Malaysia,"tetangga" kita tersebut diganyang 5-1,meskipun timnas sempat tertinggal lebih dulu.di laga kedua,tim kuda hitam,Laos pun dibantai 6 gol tanpa balas,dan dipertandingan terakhir (yang meskipun sudah tak menentukan nasib timnas),yaitu melawan tim yang sudah sekian tahun jarang kita kalahkan,Thailand.Timnas Garuda menunjukkan mental juara,tertinggal 1 gol lebih dahulu,namun 2 gol penalty dari Bambang Pamungkas akhirnya mampu membuat nasib Bryan Robson (Pelatih Thailand) terancam dipecat,karena timnya gagal lolos ke semifinal.Dengan poin 9,dan selisih +11 gol ( 13-2 ),wajar bila banyak masyarakat yang percaya,inilah saatnya Indonesia Juara.Tim Garuda maju ke semifinal didampingi Malaysia yang berhasil memperbaiki penampilan.

Namun,menjelang semifinal, tampaknya mulai banyak pihak yang "mengganggu" persiapan timnas.Untunglah disemifinal,Indonesia diuntungkan karena sang lawan,Filipina tak bisa menggelar pertandingan kandang,akhirnya pertandingan kandang-tandang pun dilakukan di GBK,yang berakhir dengan agregat 2-0 untuk Indonesia,2 gol dari pemain "asing",Christian Gonzales membawa Tim Garuda ke final,Harapan menjadi juara semakin membuncah,apalagi ketika tahu,bahwa timnas akan bertemu kembali dengan tim yang pertama kali diganyang di babak penyisihan 5-1,yang secara mengejutkan mengalahkan juara bertahan Vietnam dengan agregat 2-0.

Namun,menjelang final,banyak pihak2 yang mulai ingin "mengganggu" timnas,dari media hingga politisi,yang kalau ditelisik,media dan politisi tersebut dekat dengan sang ketua PSSI,Nurdin Halid.caranya mulai dari wawancara sampai Istighosah,dimana acara2 tersebut tidak termasuk agenda timnas,akibatnya jadwal latihan yang sudah disusun Alfred Riedl (pelatih timnas) pun berantakan.Puncaknya,saat timnas berangkat tandang ke Bukit Djalil,Malaysia.Timnas yang tadinya terbang menggunakan pesawat carteran,ternyata dialihkan menggunakan pesawat milik sang politisi.Belum cukup sampai disitu,ternyata dalam pesawat tersebut banyak "penumpang gelap" diluar pemain dan offisial timnas,yaitu wartawan,pejabat,dan orang2 dekat Nurdin.Jadi dengan adanya hal2 demikian,ditambah perlakuan kurang baik Malaysia (telat jemput,sinar laser,bubuk gatal),wajarlah apabila timnas kita diganyang balik dengan skor 3-0 disana,dimana butuh keajaiban untuk bisa membalik keadaan.

Kembali ke Tanah Air,pendukung dan rakyat Indonesia masih percaya bahwa kita masih bisa juara,hal itu dibuktikan dengan perjuangan mereka yang LUAR BIASA dalam mendapatkan tiket pertandingan,yang padahal penjualannya SUPER AMBURADUL,karena PSSI yang tak pernah belajar dari pengalaman,sok tau,sok bisa,dan "pelit" untuk membayar EO untuk memudahkan penjualan tiket kepada suporter.

Adanya "Lautan Merah" di Stadion GBK,akhirnya melecut semangat para punggawa Garuda,sangat terlihat mereka berjuang mati-matian dilapangan untuk meraih kemenangan bahkan juara (berbeda dengan Nurdin Halid yang berjuang mati-matian mempertahankan posisinya),hal itu dibuktikan,meskipun Malaysia memainkan sepakbola bertahan,pragmatis,cendrung negatif dan kita tertinggal lebih dulu,para pemain tetap semangat hingga akhirnya memenangkan pertandingan 2-1.Tapi hasil itu tentu saja tak cukup untuk menjadi juara.Akhirnya kita harus "dipaksa rela" melihat Malaysia mengangkat Trofi di GBK.Untunglah suporter kita sudah "dewasa",sampai akhir pertandingan hampir tak ada aksi balas dendam dengan laser apalagi rusuh.

Tim Garuda memang menang,apalagi dilihat dari statistik turnamen,kita adalah yang paling unggul,menang 6 kali,dan hanya kalah sekali di final,dengan selisih gol 11 (17-6) .Namun,sekali lagi,itu semua belum cukup untuk juara.Meskipun begitu,saya yakin Timnas kita sudah mampu menjadi "juara" di hati Rakyat Indonesia.

Senin, 10 Januari 2011

Perubahan

Perubahan,sebuah kata yang selalu terdengar "sulit".dikatakan sulit karena terkadang,meskipun kita tahu bahwa kita harus berubah,tetapi kita tak mau dan mungkin tak akan pernah mau untuk berubah,atau tak tahu dan mungkin tak akan pernah tahu cara untuk berubah.

Mengapa hal itu terjadi?Karena kita takut,kita takut pada resiko yang akan terjadi pada diri kita apabila kita melakukan perubahan tersebut,kita takut perubahan tersebut hanya akan membuat diri kita menjadi lebih buruk.hal itu karena kita terbiasa pesimis dan su'udzon (buruk sangka),meskipun pada diri kita sendiri.

Ataukah kita belum siap atau belum bisa berubah?hal itu sebenarnya hanyalah beberapa sugesti dari dalam diri kita sendiri yang menandakan bahwa, diri kita sebenarnya masih "terikat" dan "tergoda" pada hal-hal "buruk" pada diri kita yang seharusnya kita ubah.hal itu juga menunjukkan bahwa kita BELUM MAU berubah,bukannya BELUM BISA.

Ataukah kita yang tidak tahu bagaimana cara untuk berubah? Jika memang itu penyebabnya,cobalah untuk lebih "membuka" mata,hati,dan telinga. untuk melihat,membaca,bertanya,ataupun mendengar tentang "how to change" dari mana pun asalkan baik.dengan melakukan hal-hal tersebut,niscaya kita akan tahu bahwa banyak cara yang bisa kita lakukan untuk merubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena pada intinya,hanya kitalah yang sebenarnya BISA memegang kendali pada diri kita,kitalah yang tau apa yang harus dilakukan pada diri kita,kitalah yang tahu apa yang terbaik untuk diri kita.